Sumenep, Dnaker online – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, S.STP, MH, hari ini secara resmi menutup Acara Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Tata Rias dan Tata Boga yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Arjasa, Kepulauan Kangean. Penutupan pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja di Sumenep.
Dalam sambutannya, Heru Santoso, yang akrab disapa Heru, menegaskan harapannya agar pelatihan ini dapat membekali para peserta, baik tenaga kerja maupun calon tenaga kerja, dengan kompetensi yang mumpuni. "Pelatihan ini kami harapkan dapat menjadikan tenaga kerja atau calon tenaga kerja di Kabupaten Sumenep lebih berdaya saing, lebih unggul, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Heru juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan pribadi dan keluarga melalui peningkatan kompetensi diri. "Dengan meningkatnya kompetensi diri, kita berharap akan terbuka dan tumbuh peluang kerja serta penghasilan yang layak bagi para peserta," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Disnaker Sumenep didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disnaker, Ibu Nuristi Heru. Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Hubungan Industrial Eko Ferryanto, SE, MH dan Kasubbag Umum, Kearsipan dan Kepegawaian Nanang Rukiyanto, SE beserta tim.
Kehadiran Ibu Nuristi Heru sekaligus dalam rangka kunjungan kerja DWP terhadap jajarannya di BLK Arjasa. Dalam tinjauannya, Ketua DWP Ny. Nuristi Heru menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap hasil sampel yang dihasilkan oleh para peserta pelatihan Tata Rias dan Tata Boga. "Saya sangat mengapresiasi hasil karya para peserta. Ini menunjukkan bahwa pelatihan ini benar-benar efektif dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas," puji Ibu Nuristi Heru.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Disnaker Sumenep dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. (nurgz/adi/zainur)