D'naker Sumenep, 15 Juli 2025 - Tak sekadar melatih keterampilan teknis, Pelatihan Kerja Multimedia 2025 yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Nurul Islam Sumenep, Senin (15/7/2025), menjelma menjadi ruang pembentukan karakter dan kesadaran diri. Di balik layar komputer dan materi Multimedia, ada transformasi mendalam yang ditanamkan: perubahan pola pikir menuju kesuksesan.
Atmosfer itu kian terasa saat perwakilan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Akhmad Nur, S.AN, hadir menyampaikan sesi khusus bertema "Menuju Sukses Melalui Modifikasi Pikiran Bawah Sadar". Di hadapan peserta pelatihan yang sebagian besar adalah pemuda-pemudi kreatif dari berbagai desa, Akhmad Nur menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi bawah sadar yang selama ini terbentuk dari pengalaman, keyakinan, hingga rasa takut maupun percaya diri.
“Pikiran bawah sadar adalah gudang yang menyimpan arah hidup kita. Jika kita terus membiarkan hal-hal negatif mendominasi isi gudang itu, maka keputusan dan tindakan kita akan selalu dibayangi ketakutan. Tapi ketika kita mulai memodifikasi isinya menggantinya dengan persepsi positif, semangat, dan keberanian hidup kita pun akan berubah secara nyata,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang gagal bukan karena tak punya kemampuan, melainkan karena tidak punya keberanian untuk memulai. Oleh karena itu, perubahan harus dimulai dari dalam. “Kalau takut mencoba, maka kecil kemungkinan untuk berhasil. Tapi kalau berani mengambil risiko, maka kegagalan pun akan menjadi guru, bukan kuburan impian,” ujarnya.
Dalam konteks pelatihan multimedia di era digital saat ini, keberanian berpikir inovatif dan memperbarui cara kerja sangatlah penting. Akhmad Nur mendorong para peserta untuk menjadikan pelatihan ini bukan hanya sebagai sarana belajar software, tetapi juga momentum membangun jati diri dan positioning di dunia industri kreatif. Ia juga menekankan pentingnya memiliki passion yang jelas, agar setiap langkah bisa diarahkan secara terukur.
“Jangan sekadar ikut pelatihan lalu selesai. Pahami pasar, pelajari tren, dan jangan ragu memulai. Dunia digital membutuhkan orang-orang yang punya semangat tumbuh. Jadilah bagian dari solusi, bukan hanya pengguna,” katanya.
Dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu tidak hanya menjadi tenaga kerja siap pakai, tetapi juga berpeluang menjadi content creator, freelancer, hingga digital entrepreneur yang mampu menangkap dan menjawab kebutuhan pasar.
Pelatihan yang difasilitasi BLK Komunitas Nurul Islam ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap bersaing di pasar global.
"Perubahan nasib bukan semata ditentukan oleh takdir, melainkan oleh siapa yang paling berani mengubah isi pikirannya. Dan hari ini, di sebuah ruang sederhana di ujung timur Pulau Madura, langkah menuju sukses itu telah dimulai dari pikiran bawah sadar yang dibangkitkan menuju tindakan nyata yang akan menginspirasi banyak jiwa," pungkasnya. (nurgz/adi**)